TNI–Polri Distribusikan 5–10 Ton Bantuan ke Daerah Terisolasi, Ferry Irwandi Ungkap Fakta Lapangan

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 7 Desember 2025 - 00:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kreator konten Ferry Irwandi bersama tim yang lain uenyalurkan bantuan logistik ke pengungsian bencana banjir dan longsor. (Dok. Tim Media Prabowo)

Kreator konten Ferry Irwandi bersama tim yang lain uenyalurkan bantuan logistik ke pengungsian bencana banjir dan longsor. (Dok. Tim Media Prabowo)

UPAYA penyaluran bantuan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berlangsung intensif.

Kreator konten Ferry Irwandi menegaskan faktor utama yang membuat distribusi logistik dapat menjangkau wilayah paling terpencil.

Hal itu karena kolaborasi lintas sektor mulai dari relawan, NGO, hingga pemerintah melalui aparat negara.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu ia sampaikan melalui video yang diunggah dari Bandara Kualanamu sebelum bertolak ke Sumatera Barat.

Ferry menekankan bahwa seluruh capaian di lapangan merupakan hasil kerja bersama.

“Semua hal baik yang kalian lihat, semua hal positif itu tak lepas dari kolaborasi semua pihak,” katanya, dikutip Sabtu (6/12/2025).

Ferry secara terbuka mengakui bahwa pemerintah melalui aparat TNI–Polri memberikan dukungan besar yang mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

“Dan juga pemerintah melalui TNI dan Polri. Baik kepolisian dan TNI sangat-sangat membantu penyaluran donasi ini ke teman-teman,” tuturnya.

Ia menyebut banyak kawasan terdampak berada di daerah terisolasi sehingga membutuhkan dukungan aparat.

“Akan ke daerah terpencil dan terisolasi, dari mulai mereka bantu buka jalur, mereka bantu distribusi, apalagi masalah transportasi.”

Bantuan Logistik 5–10 Ton Tak Mungkin Tersalurkan Tanpa Aparat

Ferry menegaskan bahwa volume logistik yang besar tidak akan mungkin didistribusikan secara cepat tanpa dukungan aparat negara.

“Barang itu 5 ton lebih, 5,2 ton, bahkan 8 ton, dan bahkan mungkin 10 ton.”

“Itu tidak akan didistribusikan dengan cepat kalau kita nggak ada bantuan dari kepolisian, saat kita kesulitan mencari pesawat untuk datang ke sini.”

Ia menggarisbawahi peran TNI dalam membuka akses udara ke wilayah yang sama sekali tidak dapat ditembus jalur darat.

“Kita nggak akan bisa mencapai Gayo, Takengon, tanpa bantuan TNI—TNI AD dan TNI AU—dengan helikopter dan pesawat Hercules.”

Ia juga menilai personel TNI–Polri yang bekerja di lapangan layak mendapatkan dukungan lebih besar dari negara.

“Mereka deserve untuk mendapatkan insentif lebih dan perlindungan sosial.”

“Semoga manpower-nya ditambah dan bisa lebih banyak anggota atau prajurit yang datang ke tiga provinsi ini.”

Ferry memuji kuatnya solidaritas publik yang ia lihat selama bekerja di lapangan.

“Teman-teman mahasiswa, netizen, semua yang sudah bersatu padu berkontribusi. Makanya gue bilang di sini, yang gue temukan adalah kita bisa bersatu.”

Ia menegaskan bahwa misi kemanusiaan menembus sekat sosial apa pun.

“Apa pun latar belakang kita, bagaimanapun dikotomi di antara kita, apa pun warna seragam kita, demi misi kemanusiaan.”

Kolaborasi di lapangan, menurut Ferry, berjalan secara cepat dan efisien.

“Dan semua itu berkolaborasi taktis, tanpa birokrasi yang ribet. Semuanya saling jaga, semuanya saling bantu.”

Menutup pesannya, ia menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat terus berlanjut.

“Nggak gue tambah-tambahin, nggak gue kurang-kurangin. Semoga lebih banyak lagi korban yang bisa kita bantu meringankan beban.” imbuhnya.****

Follow WhatsApp Channel delapannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brimob Bergerak Cepat Bersihkan Lumpur di Sekolah Aceh Tamiang, Pemulihan Pendidikan Jadi Prioritas Utama
Data Bencana Langkat: RS Lumpuh, Dokter Puskesmas Selamatkan Ibu dan 2 Bayi Kembar Lahir di Ambulans
Data Lengkap Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera: 2.603 Unit Mulai Dibangun Desember 2025
Korporasi Pertamina Kerahkan 7 Relawan dan Truk 7.000 Liter Air untuk Pulihkan Puskesmas Rantau Aceh Tamiang
Stephanus Slamet Budi Raharjo Mundur dari AMDI per 8 Desember 2025, dari Organisasi Media ke Fase Baru
PBNU Fokus untuk Kemanusiaan, Pejabat Ketua Umum Baru Salurkan Rp2 Miliar untuk Bencana Sumatera
Kunjungan Prabowo ke MAN 1 Langkat: Sholawat Menggema, Presiden Peluk Anak Pengungsi dan Cek Logistik
Kunjungi Daerah Bencana, Presiden Prabowo Pastikan Energi, Pangan, hingga Cuaca Aman Jelang Nataru 2025

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 17:49 WIB

Brimob Bergerak Cepat Bersihkan Lumpur di Sekolah Aceh Tamiang, Pemulihan Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Senin, 22 Desember 2025 - 17:41 WIB

Data Bencana Langkat: RS Lumpuh, Dokter Puskesmas Selamatkan Ibu dan 2 Bayi Kembar Lahir di Ambulans

Senin, 22 Desember 2025 - 17:20 WIB

Data Lengkap Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera: 2.603 Unit Mulai Dibangun Desember 2025

Senin, 15 Desember 2025 - 10:55 WIB

Korporasi Pertamina Kerahkan 7 Relawan dan Truk 7.000 Liter Air untuk Pulihkan Puskesmas Rantau Aceh Tamiang

Senin, 15 Desember 2025 - 07:52 WIB

Stephanus Slamet Budi Raharjo Mundur dari AMDI per 8 Desember 2025, dari Organisasi Media ke Fase Baru

Berita Terbaru