TAK hanya makanan dan obat-obatan yang terus disalurkan melalui jalur darat, laut, dan udara, pemerintah juga berupaya mempercepat pemulihan jaringan komunikasi.
Bagi para warga terdampak bencana di Sumatra untuk saling bertukar kabar.
Kemudahan komunikasi ini membuat para pengungsi merasa lebih tenang selama tinggal sementara di pos-pos pengungsian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini diakui oleh Nur Asia Pasaribu (60), salah satu pengungsi banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah, Selasa (2/12/2025).
Nur mengisahkan, saat kejadian pada Rabu pagi pekan lalu, listrik padam dan jaringan komunikasi terputus.
Ia sempat kesulitan mengabari sanak saudaranya di Sibolga.
“Baru saya minta bantuan ke Tim SAR. Jadi mereka mengasih jaringan dengan video call sama saudara-saudara atau anak saya.”
Baca Juga:
BNPB Ungkap Kendala Lahan, Prabowo Siap Cabut HGU untuk Bangun Huntara Tipe 36 Korban Bencana
Prabowo Pantau Proses Masak di Pengungsian, Fokus pada Kelayakan dan Gizi Menu Harian Pengungsi
“Dan mereka mengetahui keadaan saya selamat,” ucap Nur penuh syukur.
Pemerintah telah menyalurkan puluhan perangkat komunikasi Starlink ke sejumlah titik bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Termasuk di Tapanuli Tengah dan wilayah-wilayah lain yang terisolasi karena akses jalan terputus.
Nur sangat bersyukur atas kemudahan komunikasi tersebut.
Baca Juga:
Prabowo Akan Pulihkan Bendungan, Sawah, Hapus Utang Petani, dan Kirim Cadangan Pangan ke Aceh
Jalan Aceh–Medan Terputus, Aktivitas Ekonomi Lokal di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang Tetap Bangkit
“Terima kasih sudah memberikan akses untuk mengetahui keadaan keluarga-keluarga yang terkena musibah banjir,” sambungnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima selama di pengungsian, sembari berharap pemulihan pascabencana dapat dipercepat.
“Kepada Bapak Presiden Prabowo, mohon maaf, Pak. Kami sudah terima bantuan, tetapi kami masih meminta bantuan karena banyak rumah masyarakat yang rusak.”
“Mohon bantuannya, Pak, supaya masyarakat Tapanuli Tengah bisa kembali ke rumahnya. Dan akses, terutama listrik, supaya cepat dikondisikan,” pintanya.
Harapan serupa disampaikan oleh pengungsi lainnya, Teti Boru Gultom. Warga Desa Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, ini berharap pemerintah segera memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
“Bersyukur. Bersyukur kali, Pak. Masih ada lagi (bantuan) kayak gini, Pak. Tapi Pak Presiden, minta tolong kampung kami biar bisa lagi layak kami tempati, Pak.”
Baca Juga:
TNI–Polri Distribusikan 5–10 Ton Bantuan ke Daerah Terisolasi, Ferry Irwandi Ungkap Fakta Lapangan
Respons Cepat Bencana: Genset Seberat 2,5 Ton Tiba di RSUD Takengon untuk Pastikan Layanan Kritis
Banjir Aceh Tamiang: Sebanyak 80 Personel TNI AD Turun Tangan Bersihkan RSUD yang Rusak Berat
“Semoga Bapak Presiden diberikan umur panjang, sehat,” ujarnya.****









