AKTIVITAS masyarakat di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mulai bergeliat.
Swalayan, toko kelontong, tempat pangkas rambut, sudah beroperasi sejak pagi.
Kehidupan masyarakat di Pidie Jaya memang belum pulih. Banyak rumah masih tertutup lumpur bercampur air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah mereka. Pedagang coba memilah barang dagangan yang masih bisa dijual.
Junaedi, Geuchik Gampong Boangan, Kecamatan Meurah Dua, mengatakan kondisi di Pidie Jaya belum bisa disebut pulih sepenuhnya.
Namun, semangat masyarakat, terutama di Kecamatan Meurah Dua, ingin pelan-pelan aktivitas ekonomi kembali normal.
“Masyarakat ingin cepat beraktivitas walau di sini masih banyak yang tinggal di pengugsian karena rumahnya masih ada lumpur.”
Baca Juga:
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
“Kami terima kasih sudah banyak bantuan beras dan lain-lain. Tapi kami kekurangan air,” ujar Junaedi.
Akses jalan di Kecamatan Meurah Dua tidak ada masalah. Hanya ada genangan di beberapa titik.
Keberadaan jalan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat. Sebab jalan utama yang menghubungkan Aceh-Medan terputus.
Tidak hanya di Pidie Jaya. Aktivitas jual beli di Pasar Kuala Simpang, Aceh Tamiang, terpantau juga mulai aktif.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Karena proses pembersihan kios belum selesai, masyarakat memilih berdagang di pinggir jalan, Sabtu (6/12/2025) seperti sayuran dan bahan pokok lainnya.****







