Huawei Dukung Operator Telekomunikasi Global Maksimalkan Monetisasi Token melalui Integrasi Layanan, Jaringan, dan Komputasi

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Shanghai, 25 Juni 2026 /PRNewswire/ — Dalam ajang MWC Shanghai 2026, Huawei menampilkan berbagai inovasi terbaru yang mengintegrasikan layanan, jaringan, dan komputasi agar operator telekomunikasi dapat meningkatkan monetisasi berbasis lalu lintas data (bytes) maupun token. Melalui pendekatan tersebut, Huawei mendukung industri telekomunikasi menangkap peluang yang muncul di tengah pesatnya perkembangan model dan agen kecerdasan buatan (AI). Dengan mengangkat tema "Advancing All Intelligence", Huawei mengajak operator telekomunikasi global, mitra industri, serta tokoh penting untuk membahas berbagai peluang baru, mulai dari peningkatan konektivitas dan komputasi, monetisasi layanan berbasis 5G-Advanced (5G-A) dengan kemampuan high uplink, hingga transformasi bisnis yang didukung AI.

Huawei's MWC Shanghai 2026 booth in Hall N1
Huawei’s MWC Shanghai 2026 booth in Hall N1

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di MWC Shanghai 2026, David Wang, Deputy Chairman of the Board, Huawei, yang juga menjabat Rotating Chairman, Huawei, menyampaikan paparan mengenai transformasi jaringan seluler yang didorong AI dan peluang pertumbuhan industri pada dekade mendatang.

Menurut Wang, setiap generasi inovasi teknologi seluler selama empat dekade terakhir menjadi fondasi utama di balik perkembangan industri telekomunikasi. "Dalam setiap generasi teknologi, kami terus mendorong batas efisiensi spektrum dan performa jaringan. Arsitektur jaringan juga semakin sederhana, sementara berbagai layanan dan skenario aplikasi baru terus bermunculan. Seluruh perkembangan tersebut memperluas batas kemampuan komunikasi sekaligus membantu operator mengubah kapabilitas jaringan menjadi nilai bisnis," ujarnya.

"Menyambut era teknologi cerdas, ada enam hal utama yang menentukan arah pertumbuhan industri komunikasi seluler dalam 10 tahun ke depan." Antara lain:

  • mengembangkan layanan dan kapabilitas baru untuk sistem komunikasi seluler masa depan;
  • mengintegrasikan AI dengan komunikasi seluler guna membangun tiga lapisan kecerdasan;
  • membangun arsitektur jaringan yang mengintegrasikan komunikasi satelit dan jaringan terestrial;
  • mendorong perencanaan dan alokasi spektrum yang berkelanjutan, serta berorientasi pada masa depan;
  • menetapkan spesifikasi yang jelas untuk jaringan inti AI-native; serta
  • mengeksplorasi model bisnis dan skenario aplikasi baru untuk layanan komunikasi seluler.

Dalam ajang tersebut, Huawei juga meluncurkan berbagai inovasi. Di bidang layanan, Huawei bersama tiga operator telekomunikasi terbesar di Tiongkok memperkenalkan inovasi teknologi dan model bisnis untuk monetisasi layanan 5G-A berbasis high uplink dan pengalaman pelanggan, transformasi bisnis berbasis AI, serta monetisasi token. Di sisi infrastruktur, Huawei meluncurkan AI-centric Target Network, sebuah arsitektur jaringan yang membantu operator meningkatkan daya saing dalam monetisasi berbasis lalu lintas data dan token. Untuk jaringan komunikasi dasar, Huawei menggeser pendekatan dari jaringan yang berorientasi pada lalu lintas data menuju jaringan yang mendukung interaksi secara real time sehingga mampu memberikan kualitas konektivitas yang terjamin. Jaringan tersebut memanfaatkan kemampuan high uplink dan high downlink, serta berbagai teknologi yang menjamin kualitas jaringan guna menghadirkan pengalaman konektivitas yang lebih baik bagi pengguna. Sementara itu, jaringan komputasi beralih dari fungsi lalu lintas data (traffic-centric) menuju penjadwalan dan penyediaan sumber daya komputasi di seluruh jaringan. Dengan pendekatan ini, jaringan dibangun untuk kebutuhan komputasi. Dengan demikian, ketika terhubung ke jaringan, pengguna juga memperoleh akses terhadap sumber daya komputasi. Infrastruktur komputasi AI juga dirancang untuk menghadirkan performa dan efisiensi tinggi, serta mendukung teknologi sumber terbuka (open source) dan ekosistem terbuka.

Hingga saat ini, jumlah pengguna 5G-A di seluruh dunia telah melampaui 100 juta. Huawei bekerja sama dengan operator telekomunikasi global untuk mempercepat monetisasi layanan berbasis pengalaman 5G-A, serta menjadikan 5G-A sebagai bagian dari strategi operasional pelanggan yang telah ada. Dengan upaya tersebut, operator dapat mempertahankan basis pelanggan segmen menengah dan premium, meningkatkan rata-rata pendapatan per pelanggan (average revenue per user/ARPU), serta menciptakan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.

Huawei menilai kemampuan high uplink menjadi fondasi penting bagi infrastruktur jaringan operator pada era monetisasi token. Kebutuhan uplink untuk aplikasi AI seluler terus meningkat. Misalnya, kacamata AI kini dapat digunakan untuk menerjemahkan percakapan dan mendampingi pengunjung pameran melalui interaksi multimodal secara real time yang membutuhkan kecepatan uplink hingga 20 Mbps. Tahun ini, sejumlah operator telekomunikasi terkemuka di berbagai negara mulai mengembangkan layanan komersial berbasis high uplink dengan menjamin kecepatan puncak, latensi, dan kecepatan uplink yang konsisten.

Huawei juga memperkirakan pesatnya perkembangan agen AI akan mendorong pertumbuhan layanan berbasis token. Kondisi tersebut membutuhkan jaringan pita lebar berkapasitas sangat besar yang mendukung high uplink, keandalan tinggi, dan latensi rendah. Dalam konteks tersebut, pita frekuensi Upper-6 GHz (U6 GHz) dinilai sebagai spektrum utama generasi berikutnya yang mendukung jaringan tersebut, dan ekosistem industri telah siap mengadopsinya. Lebih dari 20 negara dan wilayah telah menetapkan U6 GHz sebagai spektrum untuk International Mobile Telecommunications (IMT). Jumlah negara dan wilayah tersebut mencakup hampir 80% populasi dunia. Pada 2026, awal implementasi komersial U6 GHz, kawasan Timur Tengah diperkirakan akan mengoperasikan jaringan komersial 5G-A pertama di dunia yang menggunakan pita frekuensi tersebut. Sejumlah operator di Hong Kong dan Makau juga akan memulai implementasi komersial U6 GHz.

Sepanjang 2026, Huawei akan terus bekerja sama dengan operator telekomunikasi di Guangdong, Shanghai, Hebei, dan sejumlah wilayah lainnya untuk mentransformasi layanan B2C dan B2H berbasis AI, serta menghadirkan berbagai layanan baru yang lebih menarik. Ke depan, pendekatan ini diharapkan mendorong konsumsi token pada berbagai layanan seperti asisten rumah pintar, asisten komunikasi pribadi, serta layanan terpadu bagi konsumen dan rumah tangga. Di segmen B2B, Huawei juga akan bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk menghadirkan layanan komputasi AI yang mengintegrasikan jaringan dan komputasi sehingga membuka peluang pertumbuhan bisnis baru.

Huawei ingin terus memimpin pengembangan teknologi AI-native bagi jaringan otonom. Huawei saat ini mengembangkan teknologi cerdas untuk setiap domain sebagai fondasi menuju jaringan otonom level 4. Tahun ini, Huawei bersama operator akan menerapkan teknologi cerdas tersebut di berbagai domain, termasuk jaringan radio dan jaringan transmisi, di sejumlah wilayah utama. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemeliharaan, optimalisasi jaringan, efisiensi energi, serta kualitas pengalaman pengguna. Selain itu, operator dapat menghadirkan layanan yang lebih terdiferensiasi untuk berbagai skenario, seperti kereta cepat, lokasi penyelenggaraan acara, dan kawasan kampus, sehingga menciptakan momentum baru bagi pengembangan jaringan telekomunikasi.

 

 

Follow WhatsApp Channel delapannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Baru CIMA: Masa Depan Keuangan dan Akuntansi Akan Dibangun Di Atas Dasar Kepercayaan, Inovasi, dan Peluang
Sunwoda Energy Luncurkan SunESS H Series dan Perkuat Kemitraan di Eropa
Xinhua Silk Road: Integrasi AI dalam Budidaya Sutra Murbei Jadi Jalur Baru Menuju Kesejahteraan Petani di Guangxi, Tiongkok Selatan
Sugon Tampilkan Solusi AI dan Komputasi Canggih di Eropa, Pimpin Peringkat IO500
Cynosure Lutronic Tampilkan Inovasi Pengencangan Kulit Struktural di IMCAS Asia 2026 Bangkok
Risen Energy Tampilkan Inovasi Energi untuk Berbagai Segmen di Intersolar Europe 2026
Yili Hadirkan Serial Komik AI, Angkat Kisah tentang Rantai Pasok Susu di Ajang China Chain Expo
Membawa Tradisi Pendidikan Berasrama asal Inggris ke Vietnam

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:43 WIB

Presiden Baru CIMA: Masa Depan Keuangan dan Akuntansi Akan Dibangun Di Atas Dasar Kepercayaan, Inovasi, dan Peluang

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:59 WIB

Huawei Dukung Operator Telekomunikasi Global Maksimalkan Monetisasi Token melalui Integrasi Layanan, Jaringan, dan Komputasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:54 WIB

Sunwoda Energy Luncurkan SunESS H Series dan Perkuat Kemitraan di Eropa

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:33 WIB

Xinhua Silk Road: Integrasi AI dalam Budidaya Sutra Murbei Jadi Jalur Baru Menuju Kesejahteraan Petani di Guangxi, Tiongkok Selatan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:22 WIB

Sugon Tampilkan Solusi AI dan Komputasi Canggih di Eropa, Pimpin Peringkat IO500

Berita Terbaru